Login
Kembali ke daftar artikel

Kesehatan & Performa: Cegah Cedera Lutut dan Ankle: Pemanasan 10 Menit Wajib Sebelum Masuk Lapangan

Badminton adalah olahraga dengan intensitas tinggi (high-impact) yang menuntut gerakan stop-and-go, lompatan, serta perubahan arah secara mendadak.

Kesehatan & Performa: Cegah Cedera Lutut dan Ankle: Pemanasan 10 Menit Wajib Sebelum Masuk Lapangan
Gambar utama artikel — ketuk untuk perbesar

Badminton adalah olahraga dengan intensitas tinggi (high-impact) yang menuntut gerakan stop-and-go, lompatan, serta perubahan arah secara mendadak. Tak heran jika cedera terkilir pergelangan kaki (ankle sprain) dan nyeri lutut menjadi "musuh bebuyutan" bagi para pemainnya.

Kabar baiknya, sebagian besar cedera tersebut bisa dicegah hanya dengan 10 menit pemanasan dinamis sebelum Anda memegang raket!

Mengapa Pemanasan Dinamis, Bukan Statis?

Dulu kita diajarkan untuk menarik napas sambil menahan regangan kaki/tangan dalam posisi diam (Peregangan Statis). Namun, penelitian olahraga modern menunjukkan bahwa sebelum bermain, kita membutuhkan Peregangan Dinamis (peregangan sambil bergerak) untuk meningkatkan suhu tubuh, melumasi sendi, dan memicu reaksi saraf otot.

Rutinitas 10 Menit Sebelum Main

  1. Jogging Ringan / High Knees (2 Menit): Lari-lari kecil di pinggir lapangan dilanjutkan dengan mengangkat lutut tinggi-tinggi untuk meningkatkan detak jantung.

  2. Ankle & Wrist Circles (1 Menit): Putar pergelangan kaki dan pergelangan tangan searah jarum jam dan berlawanan arah. Ini mempersiapkan sendi dari entakan keras.

  3. Walking Lunges (2 Menit): Melangkah lebar ke depan lalu turunkan pinggul hingga lutut membentuk sudut 90 derajat. Gerakan ini menyiapkan otot paha (quadriceps) dan glutes untuk gerakan menangkis di depan net.

  4. Side-to-Side Shuffle (2 Menit): Gerakan menyamping melintasi lebar lapangan. Ini melatih kesiapan sendi ankle menghadapi pergerakan lateral.

  5. Shadow Footwork Ringan (3 Menit): Lakukan gerakan bayangan melangkah ke 4 sudut lapangan tanpa shuttlecock untuk menyinkronkan mata, kaki, dan otak.

Penting: Setelah selesai mabar, barulah Anda melakukan Peregangan Statis (seperti menarik otot betis atau paha dan menahannya 15–30 detik) saat pendinginan (cooling down) untuk mempercepat pemulihan otot!